Oleh: pejuangpos | Juni 22, 2012

TEROBOSAN BUDAYA DI SPPI (budaya malu )


Budaya malu (shame culture) sejatinya merupakan sikap dan sifat bangsa Timur/Asia termasuk kita. Intinya merupakan  wujud hati nurani yang benar, bukan hanya di permukaan saja atau cari-cari publisitas saja. Bagaimana halnya jika seseorang merekomendasi dirinya sendiri untuk memegang jabatan tertentu apakah dapat dikatakan seseorang itu sudah hilang budaya malunya?

Di dewan pengurus pusat SPPI terjadi terobosan dimana ketua umum merekomendasi diri sendiri untuk menjadi anggota komisaris  PT Pos Logistik dengan alasan menindaklanjuti hasil munas tahun 2011. Sungguh luar biasa Munas SPPI sampai memikirkan “POSISI” bagi pengurusnya.

“klik gambar ini untuk memperjelas”

Pejuangpos sampai tidak habis pikir apa kira-kira yang melatar belakangi pemikiran dewan pengurus pusat SPPI sampai berbuat seperti ini tanda memikirkan kelaziman dalam kehidupan bermasyarakat. Apakah tidak terpikir untuk pengurus lain berserta DPW-DPW yang mengusulkannya.

Jika surat rekomendasi sudah dikirim dan sudah dijawab oleh manajemen PT Pos Indonesia seharusnya dewan pengurus SPPI harus legowo menerimanya tidak perlu dicabut rekomendasi itu. Apakah dengan berbagai alasan pencabutan  surat rekomendasi itu bisa menghapus catatan bahwa SPPI pernah meminta JABATAN?.

Menurut pejuangpos tak ada gunanya Rekan di SPPI membuat dalih macam macam tetang rekomendasi ini seperti yang disampaikan melalui email kepada seluruh anggota seperti tersebut dibawah ini “

Surat yang ditempelkan di pejuangpos.wordpress.com tentang beberapa pengurus DPP SPPI menyampaikan surat untuk menduduki Jabatan, hal itu tidaklah mungkin dilakukan oleh pengurus SPPI jika sebelumnya sudah ada ‘tawaran’ dari Perusahaan secara lisan.   Hal ini merupakah strategi biasa dalam melemahkan hubungan industrial.  Kenapa saya berani bicara seperti itu.  Disaat saya menjadi pengurus DPP dan ketua DPW semua tawaran itu saya tolak, karena itu akan melemahkan bargaining nanti.  Dan bersyukur surat dimaksud ditarik kembali  (bukan menelan ludah), coba ditelaah dari siapa yang memberi umpan terlebih dahulu.

Alasan-alasan yang seolah-olah pengurus DIJEBAK dengan tawaran manajemen sungguh tidak masuk akal, penjelasan ini semakin meyakinkan bahwa ada PERMUFAKATAN TIDAK JUJUR  yang ditolak oleh manajemen PT Pos Indonesia.

Mari di tengah pejuangan membela karyawan kita TUMBUHKAN BUDAYA MALU, budaya malu itu seperti :

  • Malu sebagai pejabat dan pengurus SPPI jika tidak AMANAH.
  • Malu jika mendahulukan kepentingan pribadi dari kepentingan perusahaan dan karyawan
  • Malu meminta jabatan.

About these ads

Responses

  1. GW KATA JUGA APA….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: