Oleh: pejuangpos | Januari 3, 2008

Praposting Sayang, Praposting Malang


Blog Entry PRAPOSTING SAYANG PRAPOSTING MALANG Oct 30, ’07 8:29 PM
for everyone

 


Dalam terminologi filsafat hukum Islam, hal hal yang dilakukan untuk mencegah sesuatu yang buruk—lebih dikenal dengan prinsip sad al-dzari’ah, sehingga prinsip ini coba kita bawa ke masalah yang menjadi salah satu isu dugaan kasus korupsi di Wilpos IV Jakarta.

Untuk lebih mudahnya kita ambil saja contoh di kantor Pos Jakarta Taman Fatahillah. Kantor yang menjadi kantor terbaik ditingkat Wilpos IV dan tingkat nasional ini ternyata memiliki potensi yang sangat luar biasa di bidang logistik.

Menurut data  tahun 2005  kantor ini menangani 14.005 koli paket dengan berat 161.128 Kg serta pendapatan yang mencapai Rp 1.875.887.233,00. Angka ini terus meningkat sehingga untuk bulan Januari 2007 saja jumlah kiriman paket mencapai 15.127 koli dengan berat Rp 129.888 Kg serta jumlah uang mencapai Rp 1.928.588.669,00 sungguh fantastis perkembangannya.

Selain Fantastis dari sisi pendapatan ternyata perkembangan biaya pemasaran bisnis regular di kantor tersebut juga cukup besar. Sampai bulan Maret 2007 jumlah biaya yang sudah keluar adalah sebesar Rp 1.305.199.303,00 sementara anggaran yang tersedia mencapai angka 1.987.000.000,00

Kalau kita melihat pengeluaran biaya praposting bulan Januari 2006 sebesar Rp 121.967.832 tampaknya sudah sesuai dengan aturan dalam surat edaran no 41 /Dirop/0303 tanggal  20 Maret 2003 khususnya telah mengacu pada  Lapiran 2 petunjuk pelaksanaan penanganan kiriman perlakuan khusus ( Customized )berskala besar, lebih khusus lagi  butir III C.

Dalam butir III C itu disebutkan bahwa sedapat mungkin pekerjaan praposting dilaksanakan sendiri (Swakelola ) namun dalam hal pelaksanaan satu atau beberapa proses/pekerjaan praposting tidak biisa dilaksanakan oleh PT Pos Indonesia maka pekerjaan tersebut dapat dilakukan secara OUT SOURCING dengan mitra yang berpengalaman. (perhatikan contoh kwitansi biaya praposting bulan Januari 2006 yang ditandatangani oleh Koperasi Karyawan ).

Apakah proses OUT SOURCING yang dilakukan oleh Kantor Pos Jakarta Taman Fatahillah sudah sesuai ketentuan ?

Dari hasil investigasi “ tim pelapor kasus korupsi ” ternyata penetapan Koperasi Karyawan sebagai pelaksana outsourcing penanganan pra posting kiriman logistic hanya rekayasa saja, sebab seluruh proses pengananan praposting berada dibawah kendali kepala kantor. Tim memiliki informasi bahwa koperasi hanya dibayar dengan beberapa ratus ribu rupiah saja.

Untuk tidak menimbulkan “fitnah” ada baiknya rekan rekan dari SPI ( satuan pengawasan Intern ) memeriksa pembukuan koperasi Karyawan kantor Pos Taman Fatahilah. Dari situ dapat disimpulkan apakah benar dugaan penyalahgunaan dana praposting.

Kalau kita melihat bersama bagaimana besarnya tanggungjawab seorang kepala kantor, sebenarnya perusahaan PT Pos Indonesia sudah memberikan dukungan seperti adanya tunjangan jabatan, fasilitas kendaraan, fasilitas rumah dinas sehingga diharapkan seorang kepala kantor dapoat berkerja dengan baik.

Tetapi jika dengan alasan membutuhkan dana tambahan untuk pembinaan kemudian melakukan perbuatan melawan hukum seperti membuat kwitansi pengeluaran ASPAL dimana kira-kira hati Nurani kepala Kantor.

Jika ini benar-benar dapat dibuktikan sebagai satu kasus korupsi, mungkin kita semua perlu memperhatikan JOKE yang berkembang di lapisan bawah PT Pos yaitu : “ Jika ingin memperbaiki kinerja perudahaan maka yang perlu dibenahi adalah Jln Jakarta dan Wilpos IV Jakarta “


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: