Oleh: pejuangpos | Januari 3, 2008

BERITA TELEVISI


I Nov 20, ’07 8:02 PM
for everyone

BERITA DI TELEVISI

Tanggal 27 September dirayakan oleh Insan Pos sebagai hari Bhakti Postel berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari lomba-lomba sampai dengan apel disetiap kantor Pos maupun di kantor Pusat.

Ternyata tanggal 27 September 2007 ini PT Pos Indonesia mendapat kejutan, sebab sehari setelah hari bersejarah itu , tepatnya tanggal 28 september 2007 tanpa disangka-sangka di Televisi RCTI ditayangkan berita tentang dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan perusahaan di lingkungan Wilpos IV Jakarta, lebih spesifik lagi tentang dugaan korupsi dalam pengelolaan Diskon, Komisi, Insentif dan Provisi ( DKI-P ) di lingkungan Wilpos IV Jakarta senilai Rp 100 Milyar.

Berita ini tentunya sangat memukul Wilpos IV yang baru saja pada tanggal 27 September 2007 menerima penghargaan sebagai kantor Pos paling baik kinerjanya selama semester pertama tahun 2007.

Berita di Televisi ternyata tidak hanya sekali saja, sebab pada tanggal 5 Oktober 2007 kembali stasiun televisii RCTI menayangkan berita tentang dugaan korupsi di Wilpos IV, bedanya dalam kesempatan ini ada konfirmasi dari Manajer Humas PT Pos Indonesia.

Berita di televisii secara jelas mengambarkan terjadinya dugaan korupsi dengan modus antara lain :

ü Pemalsuan Kwitansi

ü Insentif tidak wajar

ü Proyek Fiktif

ü Pendistribusian buku fiktif

Dalam kesempatan memberikan jawaban manajer Humas PT Pos Indonesia sdr.Tenan Prio Widodo, memberikan jawaban yang kurang lebih sebagai berikut :

“Dugaan tentang kasus Korupsi di PT Pos Indonesia disampaikan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab” dan menurut Tenan Prio Widodo PT Pos setiap tahun diperiksa oleh pemeriksa Internal dan eksternal, tetapi berita ini akan segera di tindak lanjuti.

Dalam berita di RCTI itu disebutkan bahwa pihak kejaksaan telah memeriksa barang bukti berupa kwitansi pengeluaran yang diduga palsu termasuk sudah memeriksa beberapa rekanan PT Pos Indonesia yang namanya tercantum dalam kwitansi yang dijadikan barang bukti.

Anehnya sama sekali tidak ada diberitakan bahwa masalah yang diperiksa oleh kejaksaan menyangkut kasus korupsi pengadaan jaringan internet di PT Pos Indonesia tahun 1996 yang menyangkut mitra kerja PTPos saat itu yaitu PT Altekindo Jejaring Nusantara ( PT AJN ).

Masalah Dugaan Korupsi dalam berita RCTI ini ternyata berkembang tidak sesuai yang diperjuangan oleh beberapa pihak di PT Pos, terbukti dalam pemberitaan di Media cetak justru yang mencuat adalah masalah dugaan korupsi di tahun 1996.

Siapa yang bermain dalam memutarbalikan berita di RCTI menjadi berita di media cetak itu ?

( silakan membaca perkembangan berita dugaan korupsi di Wilpos IV Jakarta yang di muat di media cetak seperti Jawa Pos, Radar Tarakan, Kalteng Pos Dll di Berita di media cetak)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: