Oleh: pejuangpos | Januari 3, 2008

Wawancara Imajiner


WAWANCARA IMAJINER Oct 29, ’07 2:24 AM
for everyone

(jika ingin melihat lebih jelas klik gambar diatas )“

Pikiranmu adalah sebatang pohon yang mengakar di tanah tradisi dan cabang-cabangnya tumbuh dalam kekuatan tanpa henti.”

Petikan Puisi dari Kahlil Gibran diatas sengaja digunakan untuk memberikan kesempatan kepada rekan-rekan dari PT Pos yang bertanggungjawab terhadap pencapaian target pendapatan di Wilpos IV Jabotabek  ( mulai dari kepala kantor Pos, Manajer pemasaran dan staf ) mengemukakan pemikirannya.

Untuk lebih mendalami bagimana tugas mereka  telah dilakukan wawancara “imajiner” dengan kepala Kantor Pos (KKP)Jatinegara beberapa waktu , berikut hasil wawancaranya :

Ø      TIM  : Bagaimana tanggapan saudara mengenai beredarnya informasi tentang adanya kasus korupsi di Wilpos IV Jakarta ?

Ø      KKP  :   Kabar itu sama sekali tidak berdasar, karena apa yang kami kerjakan semuanya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ø   TIM    : Maksud pernyataan bapak sudah sesuai dengan aturan itu bagaimana ?

Ø    KKP   : Kami berkerja berdasarkan target-target yang sudah ditetapkan oleh kepala wilayah melalui mekanisme rencana Kerja anggaran ( RKA ) dalam RKA itu sudah dicantumkan berapa pendapatan  kantor kami dan berapa biaya yang boleh dikeluarkan. Berdasarkan target pendapatan itulah kami berkerja, pelanggan kami yakinkan  dengan susah payah hanya untuk menyatakan bahwa PT Pos layak menjadi Mitra kerja. Salah satu pelanggan kami adalah PT Ogilvy One Worldwide. Melalui proses negosiasi harga , akhirnya diperoleh kesepakatan harga, komisi dan bentuk laporan yang diminta. Setelah itu kami mengatur mekanisme kerja di internal, seperti proses penjemputan dan lain lain. Pada akhir bulan setelah dibuat rekap pengiriman ditagih ke PT Ogilvy One Worldwide, untuk bulan Nopember 2005 tagihan kami sebesar Rp 286.441.750.

Ø  TIM  : Dari salah satu sumber kami, untuk PT Ogilvy One Worldwide dikeluarkan Komisi sebesar Rp 8.593.000,00 apa dasarnya pengeluaran itu dilakukan ?

Ø   KKP  : seperti pernyataan saya diatas pengeluran itu sudah termasuk dalam RKA kantor kami, dan pengeluarannya sudah mendapat persetujuan Kepala Wilayah melalui suratnya nomor 2789/pemsar /II/0904.Besar komisi yang ditetapkan adalah 3%. Pertanyaan saya adalah apakah sebagai kepala kantor saya salah melakukan aturan itu ? Di Jakarta tingkat persaingan sangat ketat sehingga berbagai upaya kami lakukan.

Ø      TIM : ada yang menarik dari kwitansi pengeluaran yang ada, ternyata yang menerima adalah pegawai kantor bapak sendiri yang bernama Deni Imron, bagaimana ini pak ? Mengapa tidak pihak PT Ogilvy One Worldwide yang menerimanya ?

Ø   KKP  : Masalah pelaksanaan dilapangan banyak yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah baku yang diatur, seperti penerima komisi. Kami sebagai kepala kantor yang dibebani target mencari upaya-upaya yang sekecil mungkin beresiko merugikan perusahaan, perlu diketahui kami juga punya hati nurani. Semua kami atur karena pihak penerima tidak mau menandatangani kwitansi penerimaan ( mereka takut terkena sanksi dari perusahaannya ). Terus terang dalam masalah ini sebenarnya yang lebih berkuasa menentukan kurir mana yang dipilih oleh suatu perusahaan bukan ditentukan oleh pimpinan tertinggi di perusahaan itu tetapi ditentukan oleh petugas lapangan. Nah petugas lapangan ini tidak mau juga secara terang-terangan menerima komisi, diskon dari kami sehingga untuk jalan tengah petugas kamilah yang bertanggungjawab atas pengeluaran itu.

Ø      TIM  : Bapak yakin komisi pengiriman sebesar Rp 8.593.000 itu diterima oleh kontak person PT Ogilvy One Worldwide ? apa yang bapak jadikan alat kontrol ?

Ø KKP :  Pertanyaan yang terlalu menjurus ke arah ketidak percayaan terhadap saya sebagai kepala kantor. Saya mempercayakan pelaksanaan pemberian komisi ini ke staf, staf saya sudah membuat laporan, alat ukur yang saya gunakan adalah pelanggan masih tetap menggunakan layanan kami, itu artinya semua berjalan normal, artinya komisi diterima dengan baik. Secara Administrasi kami juga melaporkan hasil kerja kami ke perusahaan tersebut. Pertanyaan saya adalah, apakah saya merugikan keuangan perusahaan? Peraturan mana yang saya langgar? Apakah saya memperkaya diri sehingga masuk dalam katagori korupsi? Mohon pihak-pihak yang melaporkan adanya dugaan korupsi memahami masalah ini.

Dari hasil wawancara imajiner tersebut ada beberapa point penting yang dapat kita catat, diantaranya :

  1. Pelaksana ( KKP ) melaksanakan tugasnya berdasarkan amanat RKA yang merupakan terget-target pendapatan dan biaya.
  2. Untuk merealisasikan terget pendapatan dilakukan berbagai kegiatan, termasuk didalamnya membina pelanggan melalui para kontak person lapangan.
  3. Kontak person lapangan tidak mau kegiatannya diketahui perusahaannya sehingga tidak bersedia menandatangani kwitansi komisi sebesar 3 % sehingga kwitansi diterima oleh pegawai kantor Pos.
  4. Sebagai alat kontrol kepala kantor adalah masih terjaganya kerjasama antara PT Ogilvy One Worldwide dengan Kantor Pos Jakarta Mampang .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: