Oleh: pejuangpos | Juni 19, 2012

MURNIKAH PERJUANGAN SPPI?


Setelah membaca beberapa kisah perjuangan Serikat Pekerja di perusahaan lain di Indonesia , timbul pertanyaan apakah perjuangan SPPI yang dilakukan melalui aksi damai tanggal 28 Juni 2012 murni membela karyawan?

Di PT Telkomsel kebuntuan PKB ( Perjanjian Kerja Bersama ) dilakukan melalui upaya upaya hukum melalui Pengadilan Hubungan Industrial, setelah keluar keputusan pengadilan Hubungan Industrial dan tidak dijalankannya keputusan itu barulah serikat pekerja melakukan aksi Demo.

Di PT PLN , disaat manajemen akan melakukan Privatisasi serikat pekerja tidak setuju dan membawa amasalah ini ke pengadilan hubungan industrial ( PHI ) karena serikat pekerja  merasa jika privatisasi dijalankan maka PLN hanya akan berorientasi bisnis. Serikat pekerjapun demo minta kepada hakim PHI untuk mendengarkan suara mereka.

Dari dua contoh diatas aksi turun ke jalan melalui “Aksi Damai”  baru dilakukan jika keputusan dari PHI tidak dijalankan oleh manajemen.

Apakah di PT Pos Indonesia berlaku seperti contoh diatas? jika SPPI melakukan prosedur seperti mengajukan terlebih dahulu masalah masalah hubungan industrial ke PHI  pastilah pejuangan SPPI akan terlepas dari kepentinga pribadi dan golongan. Terlepas dari kepentingan pribadi masing masing pengurus sebab sudah melalui jalur hukum yaitu di uji di pengadilan Hubungan Industrial.

Pejuangpos sudah menerima beberapa masukan yang membutuhkan klarifikasi lebih jauh tentang ” KEMURNIAN” perjuangan SPPI. Aroma tidak sedap mulai tercium dari upaya-upaya dibalik aksi damai.

Pondasi dalam memperjuangkan nasib karyawan tidak boleh dilakukan dengan mengharapkan “IMBALAN”, imbalan yang diminta diperjuangkan dengan cara  “BARTER” tentunya akan sangat merugikan cita-cita perjuangan SPPI.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Besok, Karyawan Telkomsel Bakal Mogok Nasional

| Erlangga Djumena | Rabu, 9 November 2011 | 11:37 WIB

Tribun Batam/Iman Suryanto Ilustrasi.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ribuan karyawan Telkomsel yang tergabung dalam Serikat Pekerja Telkomsel (Sepakat) berencana melakukan aksi mogok nasional pada Kamis (10/11/2011). Serikat pekerja menilai, manajemen Telkomsel telah ingkar janji dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Indra Yana selaku kuasa hukum serikat pekerja menuturkan, sebanyak 4.000 karyawan tetap Telkomsel akan melakukan mogok nasional pada Kamis (10/11/2011). Pihaknya telah mendapatkan izin dari pihak kepolisian dan Dinas Tenaga Kerja mulai tanggal 8 November 2011. “Mogok kerja akan dilakukan selama satu bulan penuh,” ungkap Indra kepada Kontan, Selasa (8/11/2011).

Dia menuturkan, serikat pekerja tersebut menuntut tiga poin yang tertuang dalam PKB periode 2008-2010. Pertama, penyesuaian kesejahteraan agar berbasis inflasi di Indonesia. Tuntutan kedua, bantuan kesehatan saat pensiun. Sementara poin ketiga, bantuan ponsel terhadap karyawan Telkomsel. “Sepanjang 2008-2010, kesepakatan ini sama sekali tidak dilaksanakan oleh manajemen Telkomsel,” urai Indra.

Sumber Kontan dari karyawan Telkomsel menuturkan, sejak delapan tahun lalu hingga sekarang gaji pokoknya tidak pernah naik. Adapun gaji pokok per bulan selama dia menjabat sebagai manajer sejak delapan tahun lalu stagnan, yakni mencapai Rp 8 juta per bulan. Ia menerima gaji kotor per bulan rata-rata Rp 13 juta-Rp 15 juta. “Namun, jumlah itu sama dari delapan tahun lalu,” ungkap karyawan tersebut.

Indra menambahkan, aksi mogok tersebut adalah puncak kekecewaan semua karyawan Telkomsel. Apalagi, kewajiban Telkomsel tersebut sudah tertuang dalam putusan hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Juli 2011. Putusan PHI menyebutkan bahwa Telkomsel harus memenuhi kewajiban yang tercantum dalam PKB tersebut paling lambat tiga bulan.

Lanjutnya, aksi mogok kerja akan dimulai dengan demonstrasi karyawan di kantor pusat Telkomsel di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. “Kami akan tunggu pihak manajemen mengeluarkan surat keputusan terkait pelaksanaan PKB,” ungkapnya.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno menuturkan, pihaknya masih merundingkan masalah ini dengan serikat pekerja. Dia bilang, pihak manajemen berusaha memahami tuntutan dari serikat pekerja. Menurutnya, selama ini gaji dari Telkomsel sudah berada di atas rata rata industri. “Kami sedang cari win win solution yang terbaik,” ungkapnya.

Dia mengimbau kepada karyawan agar tidak mengganggu kepentingan umum dalam menjalankan aksinya. “Kami mengimbau agar para pemogok tidak mengganggu fasilitas layanan publik karena melanggar UU telekomunikasi,” ungkap Sarwoto melalui pesan singkat kepada Kontan. (Yudo Widiyant/Kontan)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: