Oleh: pejuangpos | Juni 21, 2012

MEREKOMENDASI APAKAH BENTUK HUBUNGAN INDUSTRIAL?


Kita sering membawa-bawa kalimat”HUBUNGAN INDUSTRIAL” disetiap kesempatan saat berbicara dengan karyawan agar tampak membela kepentingan mereka. Tahukah kita apa yang dimaksud dengan hubungan industrial itu?

Apakah hubungan industrial  di PT Pos Indonesia hanya terjadi antara Manajemen (direksi ) dan karyawan ( SPPI ) saja? jangan salah , Pengertian Hubungan Industrial Menurut Payaman J. Simanjuntak (2009), Hubungan industial adalah Hubungan semua pihak yang terkait atau berkepentingan atas proses produksi barang atau jasa di suatu perusahaan. Pihak yang berkepentingan dalam setiap perusahaan (Stakeholders):

  • Pengusaha atau pemegang saham yang sehari-hari diwakili oleh pihak manajemen
  • Para pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruh
  • Supplier atau perusahaan pemasok
  • Konsumen atau para pengguna produk/jasa
  • Perusahaan Pengguna
  • Masyarakat sekitar
  • Pemerintah

Dengan pengertian itu seharusnya MANAJEMEN dan SPPI mempertimbangkan setiap langkah yang dilakukan sebab MASYARAKAT sebagai salah satu yang berkepentingan harus juga diberi kesempatan yang sama. Janganlah hanya karena memperjuangkan kepentingan kelompok atau kepentingan pribadi lantas membawa-bawa  kalimat sakti HUBUNGAN INDUSTRIAL.

Disamping para stakeholders tersebut, para pelaku hubungan industrial juga melibatkan:

  • Para konsultan hubungan industrial dan/atau pengacara
  • Para Arbitrator, konsiliator, mediator, dan akademisi
  • Hakim-Hakim Pengadilan hubungan industrial

Apakah tidak bisa jika muncul permasalahan dalam hubungan antara SPPI dan MANAJEMEN melibatkan pelaku-pelaku lain di hubungan industrial seperti pengertian diatas?  Menurut kami Pejuangpos ada EGO sektoral yang menonjol dalam hubungan di PT Pos antara manajemen dan SPPI. Hubungan yang terjalin hanya hubungan BASA_BASI yang tidak perlu.

Disaat menajemen memerlukan “penguatan” maka SPPI digunakan sebagai STAMPEL sebaliknya jika ada oknum SPPI yang tidak memperoleh apa yang diinginkan maka SPPI lah yang  seolah olah menjadi pihak yang teraniaya. Permintaan fasilitas bagi pejabat SPPI justru melemahkan posisi tawar SPPI, apalagi jika permintaan itu tidak wajar seperti mobil yang sekelas mobil operasional Direksi kemudian rumah dinas sekelas dengan rumah dinas direksi, kewenangan yang diminta sama dengan kewenangan direksi tentulah ini TIDAK WAJAR.

Walau  menurut Abdul Khakim (2009), istilah hubungan industrial merupakan terjemahan dari “labour relation” atau hubungan perburuhan. Istilah ini pada awalnya menganggap bahwa hubungan perburuhan hanya membahas masalah-masalah hubungan antara pekerja/buruh dan pengusaha. Seiring dengan perkembangan dan kenyataan yang terjadi di lapangan bahwa masalah hubungan kerja antara pekerja/buruh dan pengusaha ternyata juga menyangkut aspek-aspek lain yang luas. Dengan demikian, Abdul Khakim (2009) menyatakan hubungan perburuhan tidaklah terbatas hanya pada hubungan antara pekerja/buruh dan pengusaha, tetapi perlu adanya campur tangan pemerintah.

Perlu diingat bahwa dalam hubungan Industrial itu ada yang dimaksud dengan PRINSIF INDUSTRIAL . Menurut Payaman J. Simanjuntak (2009)  prinsip dari Hubungan industrial, terdiri dari :

  • Kepentingan Bersama: Pengusaha, pekerja/buruh, masyarakat, dan pemerintah
  • Kemitraan yang saling menguntungan: Pekerja/buruh dan pengusaha sebagai mitra yang saling tergantung dan membutuhkan
  • Hubungan fungsional dan pembagian tugas
  • Kekeluargaan
  • Penciptaan ketenangan berusaha dan ketentraman bekerja
  • Peningkatan produktivitas
  • Peningkatan kesejahteraan bersama

perhatikan prinsif pertama  “KEPENTINGAN BERSAMA”. sudah selayaknya kepentingan bersama ini dikedepankan bersama antara manajemen dan SPPI dicari dan dipilah yang mana sebenarnya kepentingan bersama itu, jangan sampai karena permintaan ketua umum SPPI untuk menjadi komisaris di anak perusahaan di tolak , lantas penolakan ini dianggap menolak kepentingan bersama. Memang Sangat sulit untuk mendifinisikan kepentingan bersama sebab batasan dari kepentingan bersama dan kepentingan pribadi hanyalah setebal RAMBUT.

Pejuang Pos sendiri kesulitan membedakan apakah keberhasilan seorang Dirut PT Pos yang berdampak dipinangnya yang bersangkutan menjadi BALON gubernur itu dapat dikatakan kepentingan bersama? atau karena keberhasilan seorang direktur di PT Pos lantas menyebabkan yang bersangkutan banyak diminta mengajar dibanyak perguruan tinggi walau dilakukan diluar jam dinas dapat dikatakan kepentingan bersama.

Mari kita lihat bersama peran SPPI sebagai  Sarana Pendukung Hubungan Industrial, menurut Payaman J. Simanjuntak (2009) menyebutkan sarana-sarana pendukung Hubungan industrial, sebagai berikut :

  • Serikat Pekerja/Buruh
  • Organisasi Pengusaha
  • Lembaga Kerjasama bipartit (LKS Bipartit)
  • Lembaga Kerjasama tripartit (LKS Tripartit
  • Peraturan Perusahaan
  • Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
  • Peraturan perundang-undangan ketenagakerjaaan
  • Lembaga penyelesaian perselisihan Hubungan Industrial
  • Perundingan Kerja Bersama (PKB)

Melalui keensempatan ini pejuangpos hanya ingin mengajak semua pihak untuk sama-sama berpikir jernih dalam menjalankan PT POS INDONESIA… sebab tantangan BERSAMA KITA adalah bagaimana membuat PT Pos Indonesia ini menjadi perusahaan yang baik dan mampu memenuhi keinginan masyarakat. Kalau tujuan akhir SPPI itu sama dengan tujuan akhir manajemen PT Pos Indonesia apakah masih diperlukan AKSI DAMAI tanggal 28 Juni 2012?

Teman teman SPPI harus melihat juga bahwa langkah memberi rekomendasi bagi sdr. Rosihanulwaldi untuk menjadi DIREKTUR UTAMA PT Dapensi Dwi Karya adalah langkah  PELEMAHAN  posisi tawar SPPI dalam hubungan Industrial, apalagi rekomendasi SPPI untuk menjadikan  sdr. Jaya Sentosa sebagai anggotan KOMISARIS di PT Pos Logistik. Lankah-langkah yang diambil oleh Dewan Pengurus Pusat SPPI sungguh MELUKAI perjuangan SPPI itu sendiri.

Coba perhatikan surat rekomendasi berikut ini.

“klik gambar untuk dapat melihat lebih jelas”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: