Oleh: pejuangpos | Juni 27, 2012

BISNIS DI BALIK AKSI DAMAI SPPI


Wadow……ternyata ada bisnis dibalik  rencana aksi damai SPPI tanggal 28 Juni 2012. Indikasi ini tercium dengan kegigihan SPPI untuk tetap melakukan aksinya tanggal 28 Juni 2013, setelah didalami ternyata masalahnya bukan saja tentang masalah DPP SPPI yang menggunakan jabatannya tetapi juga masalah beberapa DPW yang terikat kontrak dengan pemilik bisnis di PT Pos Indonesia.

Perlu diketahui bahwa dengan hangatnya permasalahan kerja sama pembayaran pensiun TASPEN  yang berakhir tahun 2011 dan juga berakhirnya kerjasama pemotongan uang pensiun dengan BRI ternyata banyak MITRA STRATEGIS PT Pos yang kelabakan dengan berakhirnya kerjasama itu. Berapa Milyard rupiah potongan pensiun yang tidak bisa ditagih dengan berakhirnya kerjasama itu.

Selama ini PT Pos menjadi tempat pembayaran pensiun pegawai negeri sipil yang dikelola oleh PT Tespen, ternyata dengan posisi itu banyak mitra selain bank yang berbisnis menyalurkan “pinjaman” ke para penerima pensiun. Tak kurang ada 3 sampai 4 mitra koperasi yang berkerjasama dengan PT Pos. Ada yang lucu dari bisnis ini, ternyata koperasi-koperasi ini tidak mau repot sehingga banyak merekrut “Pensiunan” PT Pos menjadi karyawannya , malah ada koperasi yang merekrut mantan direksi PT Pos untuk duduk dalam struktur organisasinya . Cukup dengan modal berupa dana saja bisnis ini bisa berjalan lancar.  Bermilyar-milyar rupiah dana yang sudah disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Sementara PT Pos Indonesia  hanya memperoleh maksimal 1,5% dari uang potongan pensiun yang berhasil dipungut dari para pensiunan.

Perang antar koperasi pun tak terelakan untuk mendapat “PORSI” yang lebih besar, tidak cukup hanya menggunakan tenaga pensiunan pos saja , Koperasi-koperasi itupun mulai melirik karyawan aktif untuk melindungi bisnisnya entah dalam posisi sebagai “konsultan” atau jabatan-jabatan lainnya.

Lacur tak bisa dikira, tiba-tiba saja manajemen PT Pos Indonesia merubah strategi bisnisnya. Tak dinyana bank MANDIRI yang menang tender penyaluran dana bagi kantor pos seluruh Indonesia juga bersedia berkerjasama dengan PT Pos untuk membantu memberi”pemanis” agar para pensiunan setia menerima pensiunnya di kantor Pos. Bank Mandiri juga menyalurkan pinjaman bagi para pensiunan yang mengambil uang pensiunya di kantor Pos. Kebijakan ini tentu saja MEMUKUL koperasi-koperasi besar yang sudah ada di PT Pos.

Kerjasama Bank Mandiri dan PT Pos menjadi PUKULAN kedua bagi koperasi-koperasi, strategi merekrut karyawan aktif sudah tidak ada gunanya lagi,sehingga harus ada jalur lain yang digunakan. Pemilihan ketua umum SPPI pun tak lepas dari perhatian keperasi-koperasi itu. Perlu klarifikasi lebih lanjut dari “kabar burung” yang beredar bahwa ada koperasi yang sampai berani membuat “PROGRAM CINCIN IKATAN” untuk mengikat pengurus wilayah SPPI untuk membantu si koperasi. Ada juga koperasi yang membuat program “UMROH” bersama bagi pengurus wilayah SPPI.

Wah kalau ini benar maka hati-hatilah teman temanku di SPPI, jangan sampai perjuangan murni ini ternodai oleh bisnis. Semangat untuk membela karyawan dimanfaatkan oleh mereka yang kehilangan bisnis di PT Pos Indonesia.

Selamat melakukan aksi damai, PERJUANGKAN HAK-HAK KARYAWAN SECARA BERMARTABAT.


Responses

  1. ndak usah sungkan2 bro…… sebut saja KOPNUS sebagai BANK haram hehehe (emang iye)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: